Followers

Showing posts with label hidayah. Show all posts
Showing posts with label hidayah. Show all posts

Thursday, August 30, 2012

Setelah Menolak Islam Selama 23 Tahun Akhirnya Ayah Saya Wafat sebagai Muslim



Abdur Rahim Green seorang mualaf menjelaskan bagaimana hari-hari terakhir ayahnya di rumah sakit sebelum dia akhirnya meninggal dunia. Green adalah mantan Direktor Barclays Bank di Kairo, dan putranya Abdur Rahim Green memeluk Islam lebih dari 20 tahun yang lalu, dan saat ini menjadi tokoh terkenal di kalangan sarjana Muslim. Sebelumnya Abdur Rahim berpikir bahawa ayahnya tidak akan menjadi muslim, namun kehendak Allah berkata lain, ayahnya Green akhirnya masuk Islam hanya sepuluh hari sebelum ia meninggal.
Sebuah hadits Nabi yang berbunyi: “Semoga wajahnya digosok dalam debu (semoga dia menjadi terhina) serta masuk neraka orang yang salah satu orangtuanya sudah mencapai usia tua namun dia tidak melayani mereka.”
Abdul Rahim Green kemudian mengatakan “Itulah mengapa saya memutuskan untuk meluangkan waktu saya di sini dengan ibu saya setelah kematian ayah saya.
Kematian ayah saya adalah sesuatu yang membuat saya sangat bahagia, dan merupakan kisah luar biasa tentang bagaimana hanya sepuluh hari sebelum ia meninggal, ia diberkati untuk mengucapkan dua kalimat Syahadat.
Allah SWT hanya menyuruh kita untuk berdakwah dan kita tidak bisa mengubah siapa pun untuk berubah menjadi Islam kecuali dengan izin Allah. Tugas kita adalah untuk menyampaikan dakwah, untuk menjelaskan kepada orang dengan cara terbaik yang kita bisa, hidayah hanya ada di tangan Allah SWT.
Saya tidak pernah berpikir bahwa ayah saya mengucapkan kalimat Syahadah. Ayah saya adalah seorang ayah yang luar biasa, dia memiliki kepribadian yang luar biasa dan tidak ada yang bisa menggambarkan dia sebagai orang yang buruk.
Selama 23 tahun, sejak saya menjadi seorang Muslim, saya telah mengajak ayah saya untuk masuk Islam. Dan saya memutuskan untuk memberikan contoh terbaik saya yang mungkin bisa menggambarkan Islam sebenarnya, tentang bagaimana Islam memandang hidup, tentang bagaimana Islam mengajarkan saya untuk menghormati dia sebagai orangtua. Tapi saya berpikir bahawa ayah saya berpikiran sangat tertutup terhadap Islam, jadi saya tidak pernah berharap penuh bahwa ia akan menjadi seorang Muslim.
Ayah saya telah sakit selama beberapa tahun, dan ibu saya berpikir bahwa ia tidak akan sembuh dari sakitnya. Sebagaimana yang terjadi, beberapa minggu ketika saya kembali dari Eropah, saya tiba di rumah sakit dan langusng pergi menemui ayah saya. Saya menatapnya dan saya berpikir bahwa ia bisa mati malam ini. Jadi, saya berpikir, jika saya tidak mengatakan sesuatu tentang Islam, saya tidak akan memaafkan diri saya sendiri.
Saya tahu bahawa saya mencuba mengajaknya masuk Islam melalui banyak cara. Tapi saya berpikir bahawa saya harus membuat upaya terakhir.
Saya telah menghabiskan waktu yang lama memikirkan apa yang bisa saya katakan. Bagaimana saya bisa mengatakannya? Apa cara yang tepat untuk mendekatinya? Dia sudah sangat sakit, jadi saya tidak ingin membuat dia kesusahan, saya tidak ingin membuat dia menjadi lebih marah.
Sejujurnya saya takut bahwa ia mungkin mengatakan “Tidak,” dan menolak ajakan saya. Dan saya bahkan khawatir bahwa jika ia memang mengatakan Syahadat namun tidak masuk ke dalam Islam, kemudian ia sembuh dan pulang ke rumah dan menjadi lebih arogan tentang Islam, hal itu lebih menakutkan saya.
Ini benar-benar hal yang sulit. Setiap mualaf yang memiliki orang tua yang belum muslim, mereka pasti mengalami dilema ini seperti yang saya alami. Namun jangan pernah meremehkan kekuatan dari doa, karena itu maka ketika saya bingung, saya meminta Allah untuk membantu saya menemukan sesuatu untuk dikatakan kepada ayah saya.
Saat ia berbaring di tempat tidur, saya berkata kepadanya: “Ayah! Saya punya sesuatu yang sangat penting untuk saya beritahukan kepada ayah, apakah ayah mau mendengarkannya? Ayah saya tidak bisa benar-benar berbicara dengan baik, jadi dia mengangguk. Lalu saya berkata: Saya punya sesuatu untuk dikatakan, jika saya tidak mengatakannya, saya akan menyesalinya.
Dan kemudian saya mengatakan kepadanya bahwa “di hari kiamat, seorang lelaki akan datang di depan Allah dengan banyak perbuatan dosa serta kemaksiatan, dan Allah akan berkata kepadanya, Anda memiliki sesuatu yang melampaui semua itu. ” Dan orang itu akan berkata, “Apa itu Tuhanku?” Allah berfirman ‘Sebuah pernyataan tertulis yang bisa Anda buat: Tidak ada Tuhan kecuali Allah dan Muhammad adalah Rasul-Nya.”
Saya berkata, “Jadi ayah, ini adalah kunci surga, ini adalah kunci sukses dalam kehidupan yang akan datang, bagaimana menurut ayah?”
Dan ia menganggukkan kepalanya.
Saya berkata “Apakah itu berarti Anda ingin mengatakan kata-kata tersebut?”
Dan ayah saya berkata “Ya.”
Dia menginkuti kata-kata yang saya ucapkan, “Tidak ada Tuhan selain Allah, Muhammad adalah Rasulullah.”
Saya harus meninggalkan rumah sakit pada hari itu, karana rumah sakit memiliki beberapa aturan ketat. Saya mengunjunginya pada hari berikutnya, dan dia sudah tidak ingat apa-apa. Dia tidak mampu mengingat satu hal dari sehari ke hari yang lain, bahkan dari jam ke jam yang lain, tapi itu bukan akhir semua itu.
Tiga atau empat hari sebelum ia meninggal, ayah saya berkata: Tolong, tolong bantu saya.
Saya berkata, “Ayah apa yang kau ingin saya lakukan?”
Dia mengatakan “Saya tidak tahu!”
Lalu ia berkata, “Beri saya sesuatu yang mudah untuk dilakukan.”
Saya teringat hadits Nabi: “Ada sesuatu yang ringan di lidah, namun berat di sisi timbangan” Jadi, saya berkata “Ayah jika saya adalah ayah, saya akan terus mengulangi kalimat syahadat berulang-ulang.”
Dan dia berkata, “Ya, itulah yang ingin saya lakukan.”
Dan kami menghabiskan setengah jam mengulang-ulang kalimat Syahadah itu.
Tidak beberapa lama kemudian, saya berangkat ke Eropah, dan di sana saya mendengar ayah saya telah meninggal dunia. Subhanallah.

Monday, August 6, 2012

Nuri Sahin: Puasa Bukan Halangan


Nuri Sahin: Puasa Bukan Halangan
Nuri Sahin

REPUBLIKA.CO.ID,MADRID — Membela Real Madrid bagi Nuri Sahin merupakan sebuah kebanggaan. Karena itu ia dengan cepat menyesuaikan diri dengan seluruh pemain Los Blancos.

Sahin bergabung dengan Madrid sebelum musim kompetisi La Liga Spanyol 2011/2012 dimulai. Dia bergabung bersama Madrid setelah ditrasnfer dari Borussia Dortmund dengan biaya 10 juta euro atau sekitar Rp 123 miliar.

Pelatih Madrid Jose Mourinho tertarik merekrut gelandang timnas Turki itu lantaran perannya dalam membawa Dortmund meraih gelar Bundesliga Jerman musim 2011. Meski musim ini dia jarang tampil lantaran kalah bersaing dengan Mesut Ozil, Sami Khedira, maupun Xabi Alonso, Sahin tetap mensyukuri kepindahannya ke Madrid. Menurut dia, bergabung dengan Madrid adalah sebuah kebanggan.

Sahin mengawali kiprahnya bersama Madrid di bulan Ramadan ketika La Liga Spanyol memasuki awal musim. Momen itu sekaligus menjadi puasa pertamanya di Negeri Matador. Dalam wawancara dengan harian Marca, pemain berusia 23 tahun itu menyatakan, sama sekali tidak canggung di klub barunya itu, termasuk soal ibadah.

Karena itu, berpuasa bagi Sahin bukan sebuah faktor penghalang bagi pemain Muslim untuk terus bermain bola. Apalagi dalam tradisi keluarganya, sejak kecil dia diwajibkan berpuasa. “Sejak kecil kami sudah dibiasakan menjalankan kewajiban agama termasuk puasa Ramadan,” ujar dia.

Terlepas karena di Madrid terdapat lima pemain Muslim lainnya, Sahin mengatakan kalau ibadah yang dilakukannya tidak tergantung tempat dia berada. Meski begitu, dia tidak memungkiri adanya pemain timnas Jerman keturunan Turki, Mesut Ozil, dan pemain timnas Turki, Hamit Altintop, menjadi faktor penyemangat dia melakukan ritual ibadah.

“Dia (Ozil) sahabat saya dan banyak membantu untuk mempercepat proses adaptasi di tim ini. Kami sering menghabiskan waktu bersama, membahas banyak hal tentang Madrid dan orang-orangnya,” jelas Sahin.

Saat bermain di Bundesliga, Sahin sebenarnya sudah terbiasa menjalankan ibadah puasa. Dia sadar risiko bermain di Liga Eropa adalah kompetisi bakal bergulir di bulan Ramadhan. Karena itu Sahin tidak menjadikan alasan itu baginya untuk tidak berpuasa.

Namun sebagaimana dilakukan beberapa pemain Muslim lainnya, Sahin tidak memungkiri kadang membatalkan puasanya kalau sedang menjalani latihan berat atau pertandingan di siang hari. “Saya lahir dari keluarga Muslim yang taat.”
Redaktur: Taufik Rachman
Reporter: Erik Purnama Putra

Kisah Menarik Bagaimana Pakar Anatomi Thailand Memeluk Islam


”Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan azab. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa, lagi Maha Bijaksana.” (QS. An-Nisa: 56)
Bagi sebahagian besar umat Islam, ayat di atas terdengar seperti ayat-ayat serupa dalam Al-Quran yang menjelaskan pedihnya siksa neraka bagi orang-orang yang tidak beriman. Namun tidak demikian bagi Tagatat Tejasen, seorang saintis Thailand di bidang anatomi. Baginya, ayat itu adalah sebuah keajaiban.
Persidangan Perubatan Saudi ke-6 di Jeddah yang diikuti Tejasen pada Mac 1981 menjadi awal detik pertemuannya dengan keajaiban itu. Dalam persidangan yang berlangsung selama lima hari itu, sejumlah ilmuan Muslim mendedahkan kepada Tejasen beberapa ayat Al-Quran yang berkaitan dengan anatomi.

Tejasen yang beragama Buddha kemudian mengatakan bahawa agamanya juga mempunyai bukti-bukti sama yang secara tepat menjelaskan tahap-tahap perkembangan embrio. Para ilmuan Islam yang ada ketika itu tertarik mempelajarinya dan meminta profesor yang berasal dari Thailand itu untuk menunjukkan ayat-ayat tersebut kepada mereka.
Setahun kemudian, pada bulan Mei 1982, Tejasen menghadiri persidangan perubatan yang sama di Dammam, Arab Saudi.
Apabila ditanya tentang ayat-ayat anatomi yang pernah dijanjikannya, Tejasen meminta maaf dan mengatakan bahawa ia telah menyampaikan kenyataan tersebut sebelum mempelajarinya. Ia telah memeriksa kitabnya, dan mendapati bahawa tidak ada rujukan di dalamnya yang dapat dijadikan bahan kajian.
Ia kemudian menerima cadangan para ilmuan Muslim untuk membaca sebuah makalah penelitian karya Keith Moore, seorang profesor bidang anatomi yang berasal dari Kanada.
Makalah itu berbicara tentang keserasian antara embriologi moden dengan apa yang disebutkan dalam Al-Quran.
Tejasen tercengang saat membacanya. Sebagai saintis di bidang anatomi, ia menguasai dermatologi (ilmu tentang kulit).
Dalam tinjauan anatomi, lapisan kulit manusia terdiri daripada tiga lapisan yakni Epidermis, Dermis, dan Sub Cutis. Pada lapisan yang terakhirlah, Sub Cutis, terdapat hujung-hujung pembuluh darah dan saraf.
Penemuan moden di bidang anatomi telah mendedahkan bahawa luka bakar yang terlalu dalam akan mematikan saraf-saraf yang menetapkan sensasi.
Saat terjadi Combustio grade III (luka bakar yang telah menembus Sub Cutis), seseorang tidak akan merasakan sakit. Hal itu disebabkan tidak berfungsi hujung-hujung serabut saraf afferent dan efferent pengatur sensasi yang rosak oleh luka bakar tersebut.
Makalah itu tidak saja menunjukkan kejayaan teknologi perubatan dan perkembangan ilmu anatomi, namun juga membuktikan kebenaran Al-Quran.
Ayat 56 surah An-Nisa ‘mengatakan bahawa Allah akan memasukkan orang-orang kafir ke dalam neraka, dan menukar kulit mereka dengan kulit yang baru setiap kali kulit itu hangus terbakar, agar mereka merasakan pedihnya azab Allah.
Jantung Tejasen berdebar. “Bagaimana mungkin Al-Quran yang diturunkan 14 abad yang lalu telah mengetahui fakta perubatan ini?”
Sebelum berjaya mengatasi kejutan tersebut, Tejasen dilempari soalan oleh para ilmuan Muslim yang mendampinginya, “Mungkinkah ayat Al-Quran ini berpunca dari manusia?”
Ketua Jurusan Anatomi Universiti Chiang Mai Thailand itu sentak menjawab, “Tidak, kitab itu tidak mungkin berasal dari manusia. Ia kemudian termangu dan meneruskan respondnya, “Lalu dari mana kiranya Muhammad menerimanya?”
Mereka memberitahu Tejasen bahawa Tuhan itu adalah Allah, yang membuat Tejasen semakin ingin tahu. “Lalu, siapakah Allah itu?” soalnya.
Dari para ilmuan Muslim tersebut, Tejasen mendapatkan keterangan tentang Allah, Sang Pencipta yang dari-Nya berpunca segala kebenaran dan kesempurnaan. Dan Tejasen tak membantah semua jawapan yang diterimanya. Ia menerimanya.
Profesor yang pernah menjadi dekan Fakulti Perubatan Universiti Chiang Mai lalu itu kembali semula ke negaranya, tempat ia menyampaikan sejumlah kuliah tentang pengetahuan dan penemuan barunya itu.
Maklumat yang dikutip oleh laman special.worlofislam.info menyebutkan bahawa kuliah-kuliah profesor yang masih beragama Buddha itu, di luar dugaan, telah mengislamkan lima mahasiswanya.
Hingga akhirnya, pada Persidangan Perubatan Saudi ke-8 yang diadakan di Riyadh, Tejasen kembali hadir dan mengikuti siri pidato tentang bukti-bukti Quran yang berkaitan dengan ilmu perubatan.
Dalam persidangan yang berlangsung selama lima hari itu, Tejasen banyak membincangkan dalil-dalil tersebut bersama para sarjana Islam dan bukan Islam.
Di akhir persidangan, 3 November 1983, Tejasen maju dan berdiri di podium. Di hadapan semua peserta persidangan, ia menceritakan detik awal minatnya pada Al-Quran, juga kekagumannya pada makalah Keith Moore yang membuatnya meyakini kebenaran Islam.
“Segala yang terakam dalam Al-Quran 1400 tahun yang lalu pastilah kebenaran, yang boleh dibuktikan oleh sains. Nabi Muhammad yang tidak boleh membaca dan menulis pastilah menerimanya sebagai cahaya yang diwahyukan oleh Yang Maha Pencipta, “katanya. Tejasen lalu menutup pidatonya dengan mengucap dua kalimah syahadat.
(Sumber: Republika.Co.Id)

Saya sokong Islam - Farah Asyikin




Berikut kat bawah neh petikan kisah bagaimana farah boleh berubah.. baca tau...

Farah Asyikin yang mendapat hidayah di usia yang masih muda, 33, pantas menjawab "saya sokong Islam" apabila diajukan soalan sedemikian. 

"Cukuplah saya katakan saya sokong Islam, saya tolak 100 peratus yang tidak sokong Islam," katanya dalam wacana Hiburan Anak Muda di Seminar Prof Zulkifli Mohammad Membangun Negara Berkebajikan, KUIZM Taman Melewar semalam.

Farah yang pertama kali menyertai progam anjuran PAS pada hari itu begitu teruja dan tidak menolak akan memenuhi pogram-program seperti itu lagi selepas ini.  

Ketika ditanya, tidakkah Farah bimbang dengan penghijrahanya itu akan mengundang persepsi beliau pula menyokong PAS?

"Mereka yang nak 'join' parti, terpulang pada mereka, paling kurang parti yang baik. Itu kehendak mereka. Hak individu. Nak cakap lebih-lebih pun tak boleh, saya masih baru.  Bagi saya, saya suka Islam,"ujarnya pula ketika ditemui di akhir program itu. 



Menceritakan detik-detik bagaimana beliau memilih destinasi sebagaimana hari ini ianya memberi pengalaman dan pengajaran yang mungkin tidak akan dilupakan sampai bila-bila.

11 tahun keluar masuk dalam dunia hiburan bermula di awal usia 19 tahun Farah tidak pernah terfikir kesan baik buruk penglibatannya dalam dunia hiburan.

Rupa-rupanya, Farah baru menyedari apabila mula terlibat dalam dunia hiburan bukan banyak ke arah kebaikan sebaliknya ia banyak melalaikan dan 
menghanyutkan dirinya. 

"Walaupun, Farah mempunyai latar belakang keluarga yang kukuh ajaran Islam tetapi terabai juga," katanya.

Malah beliau pernah diboikot di kalangan rakan artis apabila beliau bersolat dan melambat-lambatkan 'make-up' ketika pertandingan Malaysian Idol musim ke-2. 

Tanggal 12.2.2012 satu tarikh yang masih tersemat di dalam jiwa Farah apabila beliau seperti diberi 'magic' dari Allah SWT.

"Waktu itu saya tengah memandu, di cemin depan saya nampak imbasan dan balasan-balasan dosa lampau yang cukup menginsafkan. Gambaran itu datang sepintas lalu.

"Saya mula mengigil dan menangis. Saya ingat saya nak mati, pada masa itu juga saya minta ampun daripada Allah supaya memberi peluang untuk saya betulkan iman dalam jiwa saya. Akhirnya saya nekad melakukan taubat nasuha," ujarnya dengan linangan air mata. 

Peristiwa itu tidak berhenti disitu, beliau diuji lagi dengan kebesaran dan kekuasaan Allah apabila ketika mula menadah tangan memohon keampunan hujan selebat-lebatnya turun, tetapi berhenti sebaik sahaja beliau mengaminkan doa.

"Saya menangis ketakutan ketika menunaikan solat sunat taubat. Takut dengan azab Allah dan diri sendiri yang hina, kerdil di sisi Allah. Betapa selama 33 tahun saya tidak menjalani kehidupan yang sebenar dituntut Islam," katanya.  

Sebelum kejadian itu, beliau sudah mendapat petanda dan membuatkan beliau tertanya-tanya apa akan terjadi padanya, adakah sudah sampai ajalnya. 

Farah turut melihat gambaran beliau berada di dalam api yang marak dan rambutnya dibakar di cermin, ketika beliau hendak menyarungkan 'skirt' pendek untuk menghadiri satu majlis.

Bagaimanapun, Farah bersyukur dan berterima kasih kepada Allah kerana  diberi hidayah sewaktu usia muda. Kurniaan itu boleh umpama perkara ajaib yang membuatkan hidupnya begitu tenang.

"Saya juga tak menyesal korbankan apa saja milik saya di dunia kepada Maha Pencipta. Saya yakin bahawa pengorbanan yang tak seberapa itu pasti dibalas dengan rezeki berlipat kali ganda," katanya. -HD-

Saturday, July 7, 2012

Thierry Henry: Islam Adalah Agama Pilihan Terbaik


Islam adalah sebuah pilihan, demikian kata pemain bola sepak Thierry Henry. Kerana itu ketika memutuskan keyakinan dan menjadi mualaf, dia merasa bahawa berasa sangat dekat dengan Islam.
“Saya menganggap Islam sebagai pilihan terbaik untuk saya jika saya ingin percaya kepada sebuah agama,” kata penyerang New York Red Bulls.
Menurut Henry, menjadi seorang Muslim itu tidak boleh setengah-setengah. “Aku mengikuti semua apa yang diajarkan oleh Al Quran. Ini sebabnya saya anggap Islam yang paling dekat dengan hati saya.”
Legenda Arsenal ini menyatakan, Islam mengajar umatnya bahawa seseorang harus percaya dulu terhadap Al Quran. Ini sebabnya dia belum menyatakan Islam sebagai agamanya, tapi Henry mengerti agama ini lebih daripada agama lain.
“Dan itu benar-benar menyedihkan bahawa banyak orang tidak meluangkan masa untuk cuba memahami Islam.”
Penyerang Les Bleus Perancis yang berjaya meraih Piala Dunia 1998 dan Piala Eropah 2000 ini menekankan, jika seseorang benar-benar percaya kepada Allah, maka sudah seharusnya setiap Muslim harus menjadi orang yang taat. “Kalau percaya ajaran Islam, seseorang harus percaya pada Al Quran dan Rasul terakhir,” kata Henry.

Tuesday, July 3, 2012

Kisah Ketua Paderi Kristian Masuk Islam


Temuramah ekslusif bersama Ustaz Tajuddin Othman Abdullah, bekas Paderi Besar Gereja-Gereja Seluruh Sabah. Oleh Jamilah Aini Mohd. Rafiei.
BEKAS Paderi Besar Sabah, TAJUDDIN OTHMAN ABDULLAH, mengupas perbandingan yang cukup ilmiah di antara agama Islam dan Kristian berdasarkan pengkajiannya yang cukup mendalam lagi terperinci selama menjadi Paderi Besar Kristian selama 12 tahun. Iktibar Buat Mereka Yang Murtad AGAMA Kristian menurut kitab Injil yang asal jika dikaji sedalam-dalamnya maka jawapan akhir yang akan ditemui adalah ISLAM. Hakikat ini telah dibuktikan oleh ramai orang Kristian yang akhirnya mendapat hidayah Allah dan kemudiannya memeluk agama Islam. Tetapi apa yang paling menakjubkan kali ini, kita berpeluang berkongsi pengalaman hidup yang tiada tolok bandingannya bersama USTAZ TAJUDDIN OTHMAN ABDULLAH, seorang bekas paderi besar di seluruh Sabah, yang belajar sebahagian besar dalam hidupnya untuk menjadi paderi. Beliau yang selama ini berada di tahap paling tinggi dan mulia sekali di Sabah kerana berkedudukan untuk mengampunkan segala dosa yang dilakukan oleh orang-orang Kristian Sabah contohnya orang yang paling berpengaruh ketika itu Pairin Kitingan.
Pengalamannya sebagai Bekas Paderi di sekitar 80-an membuatkan beliau banyak mengetahui selok belok agama termasuk agama Islam. Setelah puas mengkaji, akhirnya Allah memberikan hidayah kepadanya dengan memilih Islam sebagai jalan hidup. Beliau kini bertugas di Majlis Agama Islam Melaka di bahagian Unit Kristianologi. Bersama seterusnya dengan JAMILAH AINI MOHD. RAFIEI, turut hadir SUZILAWATI ROZAINOR ABBAS dengan jurufoto WAN ZAHARI WAN MOHD. SALLEH yang berdialog dengan beliau di Masjid Al-Azim (Negeri), Air Keroh, Melaka, baru-baru ini.
SEMASA Kristian saya dikenali sebagai Paderi Thomas Laiden. Saya berasal dari Sabah dan berketurunan Solok. Agama asal saya ialah Roman Katholik. Saya mendapat pendidikan di Seminary Kepaderian Vantiken Itali iaitu institusi kepaderian terulung di Itali dan dibiayai oleh Persatuan Kristian Sabah. Saya tamat pengajian pada tahun 1985 seterusnya bertugas sebagai paderi di Vantiken. Seterusnya Saya memohon untuk kembali ke negara asal saya iaitu Sabah.
Pada tahun 1988 saya ditukarkan ke Sabah dan berkhidmat sebagai paderi di Saya Bertugasdi Gereja St. Mary, Persatuan Gereja Roman Katholik Sabah seluruh Sabah yang berpusat di Kota Kinabalu. Keluarga saya terlalu kuat berpegang pada agama. Itulah sebabnya bapa menghantar saya ke Vantiken, dengan harapan agar saya menjadi seorang paderi yang dikira jawatan yang terlalu mulia. Saya mempunyai ramai adik beradik tetapi kesemuanya perempuan, saya adalah anak lelaki tunggal dalam keluarga. Semasa menjadi paderi, saya banyak membuat kajian mengenai agama Kristian, Buddha, Hindu dan Islam. Ketika itu saya tidak tahu langsung tentang keindahan dan kecantikan Islam dan tidak pernah terlintas di fikiran untuk ke situ. Tambahan pula saya dibesarkan di dalam keluarga yang kuat mengamalkan agama Kristian. Saya aktif bergiat dalam dakyah Kristianisasi yang cenderung kepada banyak buku-buku Islam.
Setelah banyak membuat kajian, saya terfikir apabila saya dilantik menjadi paderi, saya mendapat kesimpulan yang saya sudah mula meragui agama yang saya anuti. Konflik Diri Yang Tidak Terbendung Ianya ketara di sekitar 1988, apabila sebagai seorang paderi diberi tanggungjawab yang besar iaitu untuk mengampunkan dosa manusia. Timbul di fikiran saya bagaimana saya sebagai manusia biasa bisa mengampunkan dosa manusia lain sedangkan para Nabi dan Rasul yang diutuskan Allah, mereka ini tidak sanggup mengampun dosa manusia dan tidak mampu mengampunkan dosa manusia. Saya mula serius membuat kajian mengenai Islam.
Apabila saya diberi tanggungjawab mengampun dosa orang-orang Kristian seluruh Sabah, jadi masa itu saya rasakan seolah-olah agama ini sengaja direka-reka oleh manusia. Seterusnya pada tahun 1989 saya kembali ke Vantiken untuk membuat Kursus Kepaderian di sana selama tiga tahun. Di sana saya telah berjumpa dengan ketua paderi tertinggi seluruh dunia iaitu Pope John Paul.
Saya telah berdialog dengannya dan bertanya akan perkara yang memusykilkan saya sepanjang saya menjadi paderi. Saya berkata kepadanya, “Paul, saya sekarang rasa ragu dengan agama yang kita ini”. Dia terkejut dan bertanya, “Apa yang kamu ragukan?” Saya berkata, “Cuba John Paul fikirkan sendiri, kita ini seorang manusia biasa. Di negeri saya Sabah, di negeri saya sendiri setiap malam Ahad saya mengampunkan dosa orang Kristian yang beratus-ratus orang yang datang mengaku dosa. Mereka harap saya yang mengampunkan dosa mereka sedangkan para Nabi pun tidak pernah melakukannya.” Beliau berkata, Wahai Paderi Thomas, kamu ini dilantik menjadi seorang paderi, maka kamu ini seorang yang suci dan tidak mempunyai sebarang dosa,” Saya katakan yang saya merasakan diri saya mempunyai dosa. Beliau seterusnya menyambung, “Memang kita manusia ini mempunyai dosa. Nabi Adam sendiri mempunyai dosa.
Apabila seseorang yang telah dilantik menjadi paderi bermakna kamu ini telah dilantik oleh Jesus Christ. Jesus Christ tidak ada dosa maka kita sebagai paderi ini tidak mempunyai dosa.”
Di situlah saya mula tidak percaya pada agama kristian yang mengatakan ulamak-ulamak Kristian tidak mempunyai dosa. Saya katakan pada Paul yang ulamak Kristian itu pembohong. Dia terkejut lalu berkata, “Thomas, kamu telah dihantar hingga ke peringkat tertinggi untuk menjadi paderi, kenapa kamu berkata demikian. Cuba kamu jelaskan kenapa kamu kata agama Kristian pembohong”. Saya menyoalnya, “Jesus Christ itu Tuhan atau Nabi?” Beliau menjawab, “Dia Tuhan. “Saya bertanya kembali, Pernahkah orang nampak Tuhan?Bagaimana wujudnya Tuhan? Siapa Tuhan kita sebenarnya, Jesus Christ (Nabi Isa) atau Allah bapa? (Allah).” Beliau mengatakan Jesus itu Tuhan.
Saya menyoal kembali, “Apa matlamat utama Jesus Christ diutus ke dunia?” Beliau menjawab, “Untuk menebus dosa bangsa manusia, semua bangsa dan agama.” Jadi saya katakan padanya kenapa perlu ada paderi tukang ampun dosa jika Jesus Christ sudah menebus dosa semua manusia. Di situ dia mula pening dan terpinga sambil berkata, “Paderi Thomas awak ini telah dimasuki iblis sehingga berani mempertikaikan Kristian.”Saya katakan padanya, “Kita seorang paderi yang suci, bagaimana iblis boleh masuk?” Saya juga katakan padanya saya mempunyai ibu bapa dan adik-beradik apabila ibu bapa saya membuat dosa mereka mengaku di hadapan anak, kerana kedudukan saya ketika itu sebagai seorang paderi. Jadi saya terfikir bagaimana saya seorang anak boleh mengampunkan dosa ibu bapa. Sepatutnya seorang anak yang meminta ampun dari ibunya.
Selepas perdebatan itu Pope John Paul meninggalkan saya, sebagai seorang paderi beliau tidak boleh marah kerana marah merupakan satu dosa. Di dalam Kristian mempunyai tujuh rukun iaitu:-
i. Ekaristi Pembaptisan – seseorang yang ingin memeluk Kristian Mereka mesti dibaptiskan air suci.
ii. Ekaristi Pengakuan – mengaku dosa di hadapan paderi
iii. Ekaristi Maha Kudus – memakan tubuh Tuhan (Khusti kudus)
iv. Ekaristi Minyak Suci – air suci
v. Ekaristi Krisma – penerima ekaristi Maha Kudus layak menerima Krisma
vi. Ekaristi Imaman – menjadi paderi
vii. Ekaristi Perkahwinan – hanya untuk penganut awam (Paderi tidak menerima ekaristi ini)
Dalam Kristian air suci atau lebih dikenali sebagai Holy Water, adalah paling bernilai sekali. Untuk menjadi seorang Kristian, seseorang perlu menjalani Ekaristi Pembaptisan iaitu meminum air ini. Ia diperolehi dari proses uzlah yang dijalani sebelum menjadi paderi. Jika tidak mempunyai akidah yang benar-benar kuat, akidah boleh rosak disebabkan air ini. Contohnya ialah seperti apa yang berlaku ke atas seorang doktor perempuan Melayu di Selangor. Setelah minum, beliau langsung tidak boleh mengucap, hatinya telah tertutup.
Menurutnya beliau sudah tidak yakin lagi dengan agama lain kecuali Kristian sahaja kerana melalui Kristian beliau boleh melihat Tuhan Jesus yang turun setiap malam. Itulah permainan iblis. Sesiapa yang meminum air tersebut dapat melihat apa sahaja. Sebaik sahaja doktor tersebut meminumnya, akhirnya beliau memeluk Kristian. Saya pergi menemuinya, dia katakan kepada saya Islam tidak benar, hanya Kristian agama yang benar kerana umatnya boleh melihat Tuhan. Apabila saya tunjukkan air itu kepadanya sambil bertanya pernahkah beliau meminumnya. Beliau menjawab memang pernah meminumnya semasa beliau belajar di Indonesia; apabila pergi ke gereja beliau akan diberi minum air tersebut.
Beliau menyatakan kepada saya beliau akan hidup dan mati dalam Kristian. Saya membacakan kepadanya surah Al-Kahfi di samping memintanya mengamalkan surah tersebut setiap masa. Alhamdulillah lama-kelamaan keadaannya semakin pulih.
Inilah permainan sihir sebenarnya. Tidak siapa dapat melawan ilmu Allah, hanya ilmu Allah sahaja yang berkesan menghapuskan permainan sihir. Tidak lama kemudian beliau kembali mengucap dan terus menangis. Saya katakan kepadanya saya sudah terlalu berpengalaman dengan taktik Kristian. Itulah, cara memikat orang untuk ke agama Kristian cukup mudah, tidak mengapa jika tidak percaya kepada agama Kristian, tetapi apabila minum air itu segala-galanya akan berubah. Setelah saya mempelajari Islam barulah saya tahu rupanya iblis ini boleh menyerupai bermacam rupa. Kekuatannya hanya pegangan akidah.. Tetapi Holy Water ini sekarang tidak boleh lagi diedarkan di Malaysia kerana orang yang membuatnya di biara Vantiken telah memeluk Islam dan membongkar rahsia ini. Ramai orang sudah tahu mengenai air ini dan mula berhati-hati dengan setiap apa yang meragukan.
Rukun yang kedua pula iaitu Ekaristi Maha Kudus bermaksud memakan tubuh Tuhan. Saya pernah berhujah dengan John Paul mengenainya. Saya katakan padanya sedangkan Firaun yang zalim itupun tidak pernah memakan tubuh tuhan kenapa pula kita sebagai ulamak Kristian boleh makan tubuh tuhan?. Saya jelaskan kepadanya, apabila semua paderi memakan Khusti Kudus (sejenis makanan yang diimport khas dari Itali) bermakna itu satu penghinaan kerana tubuh tuhan boleh dimakan. Kata beliau, itu memang sudah menjadi rukun Kristian dan tidak boleh dipertikaikan lagi.
Apa yang paling merbahaya ialah Holy Water. Khusti Kudus tidak mempunyai rahsia apa-apa, ia seolah-olah seperti roti yang dicampur dengan bahan lain. Berlainan dengan Holy Water yang kesannya cukup kuat.
Bayi-bayi yang baru dilahirkan pun dibaptiskan. Terdapat sesetengah klinik yang membaptiskan bayi walaupun bayi tersebut Islam. Bagi kepercayaan Kristian setiap bayi yang baru lahir wajib dibaptiskan kerana ia mempunyai dosa, ia menyimpan dosa pusaka yang ditinggalkan datuk moyang mereka. Ia berlainan dengan Islam, Islam meletakkan bayi yang baru lahir itu adalah dalam keadaan fitrah (bersih).
Sebenarnya agama Kristian ini tidak salah. Di dalam semua kitab tidak ada mengenai agama Kristian. Kristian ini baru sahaja berkembang oleh seorang Paul yang pertama di zaman Julius kemudian beliau mengembangkannya. Asal agama Kristian ialah dari agama Yahudi dan Nasara. Tetapi di Romawi ia dinamakan Kristianisasi. Jika kita meneliti di dalam kitab Nabi Isa (Injil) tidak ada disebut Kristian. Sebenarnya semua ulamak Kristian tahu mengenai kedudukan agama Islam. Pernah terjadi dalam tahun ’78, semasa itu saya terjumpa kitab yang menyatakan kebenar dan Nabi Muhammad. Tetapi semasa itu saya tidak begitu memperdulikannya. Di dalam kitab tersebut ada menyebut mengenai Ahmad iaitu Nabi Muhammad s.a.w.
Ketika itu saya masih belajar di Vantiken, oleh kerana saya kurang sihat saya tidak dapat mengikut kelas pengajian. Saya diberi tugas oleh seorang paderi untuk menjaga sakristi perpustakaan yang terdapat di gereja) untuk menjaga kitab-kitab di situ. Paderi tersebut mengatakan kepada saya, Thomas, kamu perlu menjaga kesemua kita-kitab di sakristi ini tetapi kamu tidak boleh membuka almari.” Beliau menunjukkan kepada saya almari yang dimaksudkan. Saya hairan kerana beliau melarang saya membuka almari tersebutkan sedangkan kuncinya diserahkan kepada saya. Sifat manusia, apabila dilarang maka itulah yang ingin dibuatnya. Ketika itu Semangat saya terlalu berkobar-kobar untuk mengetahui isi kandungan turunkan kepada Nabi Isa a.s.Saya mengambil kitab itu dan menyembunyikannya.
Kitab tersebut ditulis di dalam bahasa Hebron. Ia masih saya simpan hingga ke hari ini dan saya dalam proses untuk menterjemahkannya ke dalam bahasa Melayu. Ia menjadi rujukan kepada saya, dan sebagai bukti untuk berdebat dengan orang-orang Kristian. Saya telah utarakan kepada Majlis Agama Islam Melaka, jika boleh saya ingin menterjemahkannya dan sebarkan kepada orang ramai. Pihak Majlis tidak berani melakukannya, menurut mereka ia akan mengancam nyawa saya kerana dengan pendedahan kitab tersebut rahsia Kristian akan tersebar. Isi kitab tersebut sama dengan al-Quran. Rupa-rupanya barulah saya mengetahui semasa upacara mengangkat sumpah dalam proses beruzlah pada hari yang ke 39, setiap paderi akan meletakkan tangan mereka ke atas kitab yang dibalut dengan kain putih yang diletakkan di atas bantal. Tidak siapa dibenarkan membukanya dan isi kandungannya. Berbalik kepada kisah saya mencuri kitab tersebut, selepas kehilangannya paderi yang menyerahkan kunci kepada saya dahulu memanggil saya dan bertanya apakah saya ada mengambilnya.
Saya menafikan dengan mengatakan tidak pernah mengambil kitab tersebut. Hati saya nekad untuk tidak mengaku dan menyerahkannya kerana saya ingin mengkaji kitab tersebut. Disebabkan seseorang bakal paderi tidak boleh berbohong, beliau mempercayai pengakuan saya. Akhirnya pada keesokannya iaitu pada hari mengangkat sumpah, disebabkan Injil tersebut telah hilang, mereka meletakkan kitab suci al-Quran (yang dibalut dan sentiasa tersimpan di almari) sebagai ganti kitab yang hilang. Al-Quran digunakan di dalam upacara mengangkat sumpah? Semua paderi tidak tahu hal ini kecuali saya. Pada masa itu saya terfikir, apa gunanya jika kita bersumpah di atas kitab al-Quran tetapi masih tidak beriman dengannya? Bermakna semua paderi telah bersumpah di atas al-Quran tetapi kufur selepas itu. Menyingkap saat saya didatangkan hidayah ialah ketika saya sudah tamat belajar dan bertugas di Gereja St. Mary, Sabah.
Pada suatu malam Ahad pada tahun 1991, saya bersembahyang dengan cara Kristian) di hadapan tuhan-tuhan saya iaitu. Tuhan Bapa, Ibu Tuhan (Mary) dan Anak Tuhan (Jesus Christ). Ketika itu saya terfikir di dalam hati, patung-patung ini diukir oleh manusia, saya menyembahnya setiap hari di dalam bilik.’ Apabila saya selesai sembahyang saya meletakkannya di bawah tempat tidur. Hati saya berkata, alangkah hinanya Tuhanku. Kenapa aku boleh meletakkannya di bawah tempat tidur yang boleh aku baringkan dan letak sesuka hatiku? Turunnya Hidayah Malam itu, selesai sembahyang saya mengambil sehelai kertas dan saya tulis diatasnya, “Tuhan, diantara agama Islam, Kristian, Hindu dan Buddha aku telah mengetahui semua agama ini. Malam ini tolonglah tunjukkan kepadaku manakah di antara tiga agama ini yang benar bagiku”. Setelah itu, tak tahulah saya katakan bagaimana mengantuknya mata saya yang tak pernah-pernah saya alami rasa mengantuk yang lain macam, mata saya langsung tidak boleh terangkat. Akhirnya saya tertidur. Pada malam itu, pada saya mungkin bagi para Nabi boleh dianggap mimpi tetapi menurut saya mungkin Tuhan ingin memberikan hidayah kepada saya. Di dalam tidur, saya merasakan seolah-olah saya menaiki lif dari satu tingkat ke tingkat lain sehingga tingkat tujuh, ketika itu mata saya tidak boleh dibuka kerana di hadapan saya ada satu cahaya yang terang benderang menyuluh. Saya bertanya kepada seorang yang berdiri di hadapan saya, orangnya MasyaAllah terlalu tinggi. Jarak di antara kaki dan kepala umpama langit dan bumi.
Saya bertanya kepadanya, Negeri apakah ini?”Beliau berkata kepada saya, “Awak tidak layak masuk ke negeri ini, ini negeri umat Nabi Muhammad s.a.w.” Saya meminta keizinannya sekali lagi untuk masuk tetapi beliau tetap tidak membenarkan. Dari luar saya dapat lihat di dalamnya ada satu jalan umpamanya titi yang halusnya seperti sehelai rambut. Saya tak berani katakan ia Titian Sirat atau apa-apa kerana tidak mengetahui apa-apa ketika itu. Saya hairan kenapa orang yang berjubah dan bertudung mereka melintas jalan itu dengan mudah sedangkan saya langsung tidak boleh mengangkat kaki. Penjaga itu berkata lagi, “Awak tidak boleh masuk, tetapi awak lihatlah bagaimana keadaan mereka yang beragama Yahudi dan Nasara (Kristian). “Alangkah terkejutnya saya apabila melihat orang-orang Kristian yang kepalanya dimasukkan ke dalam api umpama dijadikan kayu api. Saya terkejut dan sedar hanya Islam agama yang benar. Akhirnya saya tersedar seelok sahaja azan subuh dilaungkan dari masjid berhampiran.
Saya bangun dan membersihkan badan saya. Saya menuju ke kereta. Pemandu telah bersedia membawa saya tetapi saya menolak pelawaannya dan katakan kepadanya saya ingin pergi ke satu tempat yang orang lain tidak boleh ikut serta. Saya memandu kereta menuju ke sebuah masjid di atas bukit. Ketika saya tiba, mereka sedang berjamaah menunaikan fardu Subuh, saya menanti seketika sebagai menghormati agama mereka. Setelah selesai, saya pergi menemui imam yang bertugas ketika itu. Saya katakan kepadanya yang saya ingin memeluk Islam hari itu juga.
Beliau terkejut dan berkata kepada saya, “Awak ini di bawah Pairin Kitingan, Ketua Menteri Sabah, susah kami hendak Islamkan awak, tambahanpula awak paderi besar seluruh Sabah.” Saya katakan padanya,” Awak jangan bimbang sebab dosanya saya yang ampun, hal dia tidak perlu dibincangkan. Apa yang saya mahu, hari ini saya mahu peluk Islam.” Seterusnya imam tersebut berkata lagi, “Awak tak boleh masuk Islam sekarang sebab awak perlu mengisi borang, tandatangan surat akuan sumpah dahulu, baru awak boleh masuk Islam.” Dengan agak kasar saya katakan kepadanya, “Kalau beginilah caranya untuk memeluk Islam, lebih baik orang masuk Kristian. Kalau masuk Kristian, hari ini terus dibaptiskan dan menjadi Kristian.
Untuk masuk Islam pun perlu isi borang ke? Baiklah, jika hari ini saya turun ke bawah dan ditakdirkan tiba-tiba saya dilanggar kereta dan mati, maka apa akan jadi kepada saya dan siapa yang akan bertanggungjawab?” Akhirnya imam tersebut menyuruh saya mengucap dua kalimah syahadah. Maka pada pagi Ahad itu saya telah sah sebagai seorang Islam. Kekuatan Diri Setelah selesai mengucap, saya kembali ke rumah saya. Ketika saya melalui kawasan gereja, orang ramai sudah penuh menunggu saya untuk upacara pengampunan. Mereka melambai tangan ke arah saya. Saya membalas kembali lambaian mereka. Ketika itu seakan ada satu kekuatan dalam diri saya. Saya keluar dari kereta dan membuat pengumuman di hadapan mereka.
Saya katakan kepada mereka, “Kamu ini jika sembahyang pun berdosa kalau tak sembahyang lagi bagus.” Kemudian saya meninggalkan mereka yang kelihatan seperti kehairanan. Saya meneruskan perjalanan menuju ke rumah. Di dalam rumah semua ahli keluarga sudah bersedia menanti saya untuk ke gereja. Jubah saya sudah siap diseterika. Saya panggil semua ahli keluarga sambil bertanya apakah mereka sudah makan atau belum. Mereka katakan yang mereka sudah makan kecuali Khusti Kudus sahaja yang belum dimakan. Saya katakan itu tidak payah dimakan pun tidak mengapa kerana di kedai banyak roti untuk di makan. Saya membuat pengumuman kepada mereka, saya berkata sambil memandang ke arah bapa saya, “Saya hendak memberitahu kamu sesuatu perkara. Saya belajar di Vantiken selama 12 tahun dan sudah terlalu banyak menghabiskan wang bapa. Selama 12 tahun saya belajar, saya tahu bahawa agama yang saya anut ini adalah agama yang salah, agama yang betul adalah Islam.” Ketika itu saya lihat tidak ada apa-apa riak di wajah bapa dan ahli keluarga saya, tetapi mereka semua terdiam. Saya menyambung kembali, “Tadi saya telah memeluk Islam di masjid bandar sana dan menyuruh saya mengucap. Bermakna hari ini saya sudah menjadi orang Islam.” Bapa saya berkata kepada saya, “Oh! kamu sudah Islam! Tidak mengapa!” Seterusnya beliau menuju turun ke dapur. Saya ingatkan tidak ada apa-apa ketika itu.
Saya tidak sedar rupa-rupanya beliau pergi mengambil parang panjang dan cuba menyerang saya. Saya yang kebetulan duduk di tepi tingkap di tingkat satu terus terjun ke bawah. Saya melompat dari tingkat atas dengan berkaki ayam Tuhan masih mahu memanjangkan umur saya. Saya turun dan terus meninggalkan rumah sehelai sepinggang hingga ke hari ini.
Dari segi pengamalan kedua ibu bapa saya yang memang cukup kuat berpegang pada agama, apabila seorang anak murtad (keluar Kristian) mereka tidak lagi mengaku anak. Hijrah untuk Keselamatan dan Belajar Selepas itu saya pergi ke Jabatan Agama Islam Sabah. Demi keselamatan diri saya, salah seorang pegawai di sana menasihatkan saya agar pergi belajar dan keluar dari Sabah. Akhirnya saya merantau ke Semenanjung dan menyambung pengajian saya di Institut Dakwah Kelantan pada tahun 1992 dan seterusnya saya menyambung pula ke Nilam Puri sehingga tahun 1995. Ketika itu saya adalah pelajar yang paling tua sekali. Setelah tamat pengajian, saya menganggur sekejap. Tidak lama kemudian saya diterima bertugas di Majlis Agama Islam Melaka hingga ke hari ini. Kemungkinan juga selepas ini saya akan dipindahkan ke majlis Agama Islam Kelantan.
Di sini (Melaka) saya ingin menerbitkan buku mengenai kajian Kristian. Tetapi terlalu banyak prosedur yang perlu dijalani. Kini setelah hampir sembilan tahun saya memeluk Islam dan meninggalkan Sabah, saya masih diugut dan dikecam. Namun saya tidak khuatir kerana yakin Allah tetap melindungi hamba-Nya dan yakin ajal maut itu tetap datang walaupun bersembunyi di ceruk mana sekalipun. Kini saya bahagia setelah mendirikan rumah tangga bersama isteri yang cukup memahami jiwa saya. Dalam usia 49 tahun, saya baru mempunyai seorang cahaya mata berusia satu tahun setengah. Islam tidak menyusahkan penganutnya. Jika menjadi paderi perkahwinan tidak dibenarkan tetapi setelah Islam, baru saya tahu betapa indahnya perkahwinan dan zuriat yang merupakan rezeki dari Allah (SWT).
Di Vantiken, orang Kristian yang keluar agama kemudian masuk ke negara tersebut, mereka akan bunuh. Bagi mereka seseorang yang murtad di anggap kotor dan mencemarkan maruah agama. Tetapi adakalanya saya terfikir, jika di sana orang Kristian murtad kenapa ianya tidak terjadi di negara yang pemerintah dan majoriti penduduknya beragama Islam. Itulah yang susahya. Saya membuat kajian hampir empat tahun baru mendapat nikmat Islam. Terlalu sukar saya mengecapi nikmat Islam tetapi orang di sini yang memang lahirnya dalam Islam dengan mudah mahu membuang Islam. Di sini saya bertanggungjawab terhadap mereka yang murtad, jika yang tidak berpengetahuan tidak mengapa tetapi yang sedihnya yang murtad ini ialah mereka yang mempunyai pendidikan hingga ke peringkat tertinggi dan mempunyai pendapatan yang melebihi dari keperluan bulanan.
Pernah saya katakan kepda seorang doktor, “Doktor, suatu ketika dahulu saya menerima gaji bulanan sebanyak RM5,000 sebulan, dilengkapi dengan pembantu rumah, pemandu dan rumah serba lengkap. Kehidupan saya terlalu mewah di Sabah. Tetapi doktor, kenapa saya sanggup melepaskan itu semua semata-mata kerana Islam! Gaji doktor sekarang terlalu mencukupi tetapi mengapa perlu tinggalkan Islam?” Saya memang cukup marah dan terkilan apabila mendengar orang yang ingin murtad. Minta maaf jika saya katakan, mengapa terlalu bodoh sangat sehingga sanggup menanggung dosa besar? Umat Islam dari segi ekonomi sebenarnya terlalu mencukupi cuma cara pelaksanaannya yang agak longgar. Kita lihat Kristian, dari segi kerjasama dan ukhuwah mereka begitu kuat. Semasa saya menjadi paderi dahulu, apabila saya masuk ke sesebuah kampung untuk berdakwah saya dibekalkan beberapa ribu wang. Ini kerana gereja di seluruh dunia bersatu padu. Meskipun dari segi politik berbeza dan bermusuh tetapi untuk menghancurkan Islam mereka mesti bersatu.
Mereka berkata jika di negara Barat, penduduk penganut Kristian tidak bersembahyang pun tetapi mereka tetap Kristian. Gereja di sana setiap hari Ahad kosong kerana setiap hari Ahad diadakan acara perlawanan bola sepak di kalangan paderi. Orang ramai pergi menyaksikan acara tersebut. Itu yang mereka minat. Oleh sebab itu peruntukan untuk di sana sudah tidak ada lagi. Sebagai alternatifnya mereka akan mengalihkan peruntukan itu untuk disalurkan ke negara Asia terutamanya ke Indonesia dan Malaysia. Begitulah kuatnya kerjasama di antara mereka. Bagi mereka tidak perlu berdakwah untuk orang Barat yang sudah sedia Kristian sebab untuk mereka memeluk Islam sukar. Yang lebih penting ialah misi mengkristiankan orang Islam. Bagi pandangan saya, saya lihat orang Islam agak susah untuk bersatu. Masing-masing mempunyai fikrah yang berbeza dan hidup dalam kelompok sendiri. Kadangkala di kalangan orang Islam sendiri bergaduh. Ini berlainan dengan orang Kristian yang amat menitikberatkan soal kebajikan. Namun bukan semua orang Islam begitu, masih ramai di kalangan mereka yang bijak. Semasa saya menjadi paderi, saya memberikan tumpuan kepada orang miskin. Pernah terjadi di Perak, saya telah menghabiskan beratus ribu untuk mereka, mereka mengambil wang tersebut tetapi tidak memeluk Kristian. Selepas saya Islam, saya pergi menemui mereka, senarai nama mereka masih ada dalam simpanan saya.
Setelah saya periksa rupa-rupanya mereka ini masih Islam walaupun pada awalnya mereka berjanji untuk memeluk Kristian. Alhamdulillah mereka tidak berdendam pada saya sebaliknya mereka membelanja saya makan setelah mengatahui saya telah memeluk Islam.
Masalah Kelemahan Pendakwah Islam
Adakalanya saya terfikir kenapa ketika Barat menjajah kita, orang Melayu tidak murtad sedangkan pada hari ini negara yang pemerintahnya Islam tetapi orang Melayu boleh murtad dengan begitu mudah sekali. Kelemahan kita ialah pendakwah Islam kadang-kadang boleh kalah dengan pendakwah Kristian. Saya beri contoh seorang kawan saya yang pernah sama-sama belajar dengan saya semasa di Vantiken dahulu. Beliau pernah menyatakan kepada saya, orang Yahudi sekarang sedang memberi tumpuan kepada kajian al-Quran dan Hadis. Dia mengatakan pada saya;”Wahai Thomas, (dia tetap memanggil saya dengan nama Kristian walaupun saya telah Islam), Allah ada mengatakan di dalam salah sebuah ayatnya yang bermaksud; Tidak akan masuk syurga melainkan orang-orang yang beragama Yahudi dan Nasara.” Sekarang kami pendakwah Kristian mahu pandai membaca al-Quran, terjemahan dan hadis. Kami mempunyai kursus khusus mengkaji al-Quran dan Hadis. Awak lihatlah apa yang telah dikatakan oleh Tuhan mu itu.” Saya katakan kepadanya, “Betul apa yang awak baca ini. Kami membaca al-Quran bukan seperti apa yang awak faham. Memang benar awak membaca ayat itu tetapi al-Quran ini jika awak tafsir separuh-separuh itu tidak betul. Al-Quran bukan seperti Injil yang boleh ditafsir separuh-separuh. Saya dahulu apabila belajar al-Quran mengambil masa sehingga tiga tahun baru khatam. Saya ucapkan terima kasih pada awak kerana hanya enam bulan awak sudah boleh membaca al-Quran.” Saya katakan lagi padanya, “Sebenarnya awak tidak tahu tafsir al-Quran.” Maksud sebenar ayat tersebut ialah “Telah berkata mereka (orang-orang Yahudi dan Nasara), tidak akan masuk syurga melainkan orang Yahudi dan Nasara, sedangkan semua itu hanyalah merupakan angan-angan kamu yang kosong.” Itu bukan firman Allah, kata-kata itu adalah keluar dari mulut orang-orang Yahudi sendiri. Paderi tersebut masih belum faham lalu bertanya, “Apakah angan-angan kosong itu?” Saya katakan,” Setiap hari Ahad kamu makan tuhan kamu. Apabila kau menghadap Khudsi Kudus sambil berdoa bermakna kamu telah memakan tuhan kamu. Untuk apa kamu berbuat demikian?” Beliau tidak boleh berkata apa-apa walaupun mukanya telah merah padam. Saya katakan kepadanya, “Kamu tidak boleh marah. Kalau kamu marah, siapakah yang akan mengampunkan dosa kamu?” Hal itu tidak mengapa jika diutarakan di hadapan mereka yang faham, tetapi apa yang saya bimbangkan bagaimana jika ayat itu dibacakan di hadapan mereka yang tidak faham dan rendah pengetahuan agamanya?
Siapakah Sasaran Kristian?
Program mereka kini ialah berdakwah kepada orang Islam yang menghabiskan masa di kaki-kaki lima terutamanya golongan remaja yang bermain gitar. Mereka akan katakan, jika bermain di kaki lima tidak mendapat apa-apa bayaran, lebih baik bermain lagu di gereja setiap hari Ahad dengan pendapatan lumayan. Dari situ ramai yang tertarik. Dari segi wanita Islam pula, yang saya perhatikan senarai namanya terlalu ramai orang Melayu yang memohon menukar nama di Jabatan Pendaftaran Negara (JPN). Itu yang menyedihkan saya. Di JPN, beratus nama sedang menunggu, apabila pihak JPN meluluskan nama- nama tersebut, maka akan murtadlah nama-nama itu. Itu kelemahan undang-udang negara, kami tidak boleh berbuat apa-apa kerana mereka ini berpegang pada peruntukan yang mengatakan apabila seseorang yang berumur 18 tahun ke atas bebas beragama.
Apa ikhtiar kita?
Ada seorang wanita berjumpa saya tetapi keadaannya meragukan. Beliau memakai tudung. Saya menggunakan isteri saya untuk memerhatikan wanita ini. Bila mereka tinggal berdua, barulah saya tahu di dalam tudungnya itu ada salib. Isteri saya memberitahu saya. Saya memanggilnya. Saya katakan kepadanya, “Kamu tidak sayangkan Islam ke? Tolong buang benda yang ada didalam tudung kamu itu”. Dia tidak mengaku, tetapi saya yakin beliau memakainya. Sejurus kemudian beliau mengeluarkan rantai salib di lehernya dan mengatakan beliau sengaja memakainya tanpa mempunyai niat apa-apa.
Saya katakan padanya yang saya dahulu memakai rantai yang lebih besar daripadanya. Akhirnya saya megambil rantai tersebut dan menyimpannya di pejabat saya untuk dibawa ke pihak atasan dan menerangkan bagaimana seriusnya penyakit ini di kalangan anak remaja kita. Wanita jika tidak kuat pegangan memang mudah dipengaruhi. Ada juga taktik orang-orang Yahudi yang menjadikan perkahwinan sebagai langkah paling mudah untuk memurtadkan gadis Islam. Untuk berkahwin, mereka (lelaki Kristian) akan memeluk Islam, kemudian akan membawa isterinya ke negara asalnya dan memurtadkan isterinya itu.
Kemenangan Islam, Keadilan Sejagat ‘Sesungguhnya orang-orang yang berkata: Tuhan kami ialah Allah, kemudian mereka beristiqamah, turun kepada mereka malaikat Allah berkata: jangan kamu takut dan jangan berdukacita, dan bergembiralah dengan syurga yang dijanjikan kepada kamu.’
Wallahu’alam….

Abby Abadi dituduh dapat hidayah sesat


PELAKON yang terkenal dengan watak Inspektor Aliza dalam rancangan Gerak Khas, Abby Abadi semalam melahirkan kekecewaan apabila dituduh sebagaimendapat hidayah sesat.
Dipetik daripada akaun twitter miliknya, Abby yang kini tampil dengan imej manis bertudung, mempersoalkan mengapa ketika bersama Barisan Nasional, BN sebelum ini tiada pihak yang mengata dirinya.
Abby turut menjelaskan bahawa sejak Parti Islam, PAS meraikan penghijrahan beliau,pelbagai cerita mula timbul, sehinggakan ada yang menuduh dirinya mendapat hidayah sesat [Twitter].
Sebelum ini Abby mendapat liputan media apabila dilihat menyangkal kenyataan salah seorang menteri yang mendakwa peserta Himpunan Hijau yang dianjurkan oleh parti Islam itu menerima bayaran.
Sejak kebelakangan ini, ramai artis terkenal tanah air secara terang-terangan menyatakan sokongan mereka kepada Parti Islam, PAS malah ramai yang turut bergiat aktif sebagai aktivis parti Islam itu.
Semasa Abby aktif di dalam dunia lakonan, sibuk dengan dunia seni menghiburkan orang tiada pihak yang menuduhnya sesat, namun selepas beliau mula berhijrah, menutup aurat dan mula berdakwah dituduh pula mendapat hidayah sesat.
Kalau sesat tentu dah lama PAS diharamkan oleh Majlis Fatwa… 

Monday, June 4, 2012

Solat Sunat Dhuha – Kunci Rezeki


Antara ibadat sunat yang dianjurkan dan menjadi amalan Rasullullah Sallallahu ‘Alaihi Wasallam sendiri ialah sembahyang sunat Dhuha. Banyak hadis-hadis yang mengalakkannya dan menyatakan keutamaannya, Antaranya dalam riwayat  Abu Hurairah katanya:-
Maksudnya :”Kekasihku Rasullullah Sallallahu ‘alaihi Wasallam telah berwasiat kepadaku tiga perkara, aku tidak meninggalkannya, iaitu ; supaya aku tidak tidur melainkan setelah mengerjakan witir, dan supaya aku tidak meninggalkan dua rakaat sembahyang Dhuha kerana ia adalah sunat awwabin, dan berpuasa tiga hari daripada tiap-tiap bulan” - Hadis riwayat Al-Bukhari dan Muslim
Waktu sembahyang Dhuha ialah dari naik matahari sampai sepenggalah dan berakhir di waktu matahari tergelincir tetapi disunatkan dita’khirkan sehingga matahari naik tinggi dan panas terik. Cara menunaikannya pula adalah sama seperti sembahyang-sembahyang sunat yang lain iaitu dua rakaat satu salam. Boleh juga dikerjakan empat rakaat, enam rakaat dan lapan rakaat. Menurut sebahagian ulama jumlah rakaatnya tidak terbatas dan tidak ada dalil yang membatasi jumlah rakaat secara tertentu.
Di dalam kitab “An-Nurain” sabda Rasullullah SAW yang maksudnya : “Dua rakaat Dhuha menarik rezeki dan menolak kepapaan.”
Dalam satu riwayat yang lain Rasulullah SAW bersabda yang maksudnya :
“Barangsiapa yang menjaga sembahyang Dhuhanya nescaya diampuni Allah baginya akan segala dosanya walaupun seperti buih dilautan.” – Riwayat Ibnu Majah dan At-Tirmidzi
Hadis-hadis diatas jelas menunjukkan tentang kelebihan solat sunat dhuha dan betapa besar ganjarannya apabila kita menunaikan solat sunat dhuha dan sentiasa beristiqamah dengan solat sunat ini. Tambahan pula antara ibadat sunat yang dianjurkan dan menjadi amalan Rasullullah Sallallahu ‘Alaihi Wasallam ialah solat sunat Dhuha. Banyak hadis-hadis yang mengalakkannya dan menyatakan keutamaan mengenai solat sunat ini, antaranya dalam riwayat Abu Hurairah katanya:
“Kekasihku Rasullullah SAW telah berwasiat kepadaku tiga perkara, aku tidak meninggalkannya, iaitu ; supaya aku tidak tidur melainkan setelah mengerjakan witir, dan supaya aku tidak meninggalkan dua rakaat solat Dhuha kerana ia adalah sunat awwabin, dan berpuasa tiga hari daripada tiap-tiap bulan” - Hadis riwayat Al-Bukhari dan Muslim
Dalam riwayat yang lain Rasullullah SAW pernah bersabda yang maksudnya :
“Pada tiap-tiap pagi lazimkanlah atas tiap-tiap ruas anggota seseorang kamu bersedekah; tiap-tiap tahlil satu sedekah, tiap-tiap takbir satu sedekah, menyuruh berbuat baik satu sedekah, dan cukuplah (sebagai ganti) yang demikian itu dengan mengerjakan dua rakaat solat Dhuha .” – Hadis riwayat Al-Bukhari dan Muslim
Doa Solat Sunat Dhuha:
Sumber: 1. http://www.mohamadazhan.com
                  2. http://nursyirah.wordpress.com

Tuesday, May 29, 2012

Sunat latih kanak-kanak puasa


RAMADAN ialah sesi persekolahan dalam menghasilkan jiwa yang bertakwa. Ia juga satu kesempatan yang telah diberikan oleh Allah kepada ibu bapa dalam mendidik anak menjadi insan yang salih dan salihah. Firman Allah SWT yang bermaksud: “Wahai orang beriman, selamatkanlah dirimu dan keluargamu daripada neraka, sedangkan bahan bakarnya ialah manusia dan batu. Neraka itu dijaga oleh malaikat yang kasar dan keras. Mereka sama sekali tidak pernah durhaka pada Allah dan melaksanakan apa saja yang diperintahkan pada mereka.” – Surah Al-Tahrim (66), ayat 6.
Banyak amalan yang boleh dipraktikkan mengikut petunjuk Rasul dalam mendidik anak pada Ramadan. Antara yang menjadi amalan ialah dengan mendidik anak yang kecil berpuasa. Hukum berpuasa bagi kanak-kanak yang belum mumayyiz (iaitu tidak tahu membezakan di antara yang baik dan buruk) ialah tidak sah puasanya. Manakala kanak-kanak yang sudah mumayyiz dikira sah puasa mereka apabila ia berniat puasa pada malam hari, walaupun puasa Ramadan itu tidak diwajibkan ke atasnya.

Ulama sepakat mengatakan bahawa hukum berpuasa pada Ramadan adalah wajib bagi setiap orang Islam yang berakal dan baligh. Dengan demikian, kanak-kanak pada asalnya tidak wajib berpuasa kerana mereka belum baligh. (Abd Rahman al-Jaziri, al-Fiqh ‘ala Mazhib al-arba’ah)
Ini berdasarkan sebuah hadis Nabi SAW bermaksud: “Diangkat pena itu kerana tiga perkara: Seorang kanak-kanak kecil sehingga dia dewasa, orang yang sedang tidur sehingga terjaga dan orang gila sehingga dia normal kembali.” (Riwayat Imam Ahmad dan Abu Daud)
Makna diangkat pena itu ialah mereka tidak ditaklifkan atau dipertanggungjawabkan untuk menunaikan sebarang ibadat. Maksudnya kanak-kanak tidaklah berdosa jika mereka meninggalkan puasa Ramadan.
Walaupun kanak-kanak yang belum baligh tidak diwajibkan berpuasa, ia bukanlah satu larangan kepada ibu bapa melatih anak-anak berpuasa. Rasulullah SAW menyuruh ibu bapa melatih anak-anak mengerjakan solat walaupun mereka belum mencapai usia baligh. Hadis yang bermaksud: “Suruhlah anak-anakmu mengerjakan sembahyang ketika umur mereka tujuh tahun dan pukullah mereka jika mereka enggan melakukannya ketika umur mereka sepuluh tahun.” (Riwayat Imam Ahmad dan Abu Daud).
Sekiranya arahan Nabi SAW untuk melihat kanak-kanak terbiasa dengan amalan solat sebelum ia diwajibkan ke atas mereka, maka begitu juga dengan amalan puasa. Malah Ibn Qudamah dalam kitabnya al-Mughni jilid 3 mengatakan bahawa: “Kanak-kanak dikehendaki berpuasa apabila mencapai umur tujuh tahun jika dia secara fizikal mampu melakukannya. Sesetengah ulama berpendapat, dia hendaklah didenda secara fizikal jika tidak berpuasa ketika umurnya 10 tahun. Ia sama seperti tindakan yang diambil jika tidak bersolat.”
Kenyataan ini bersesuaian dengan amalan dalam kalangan anak-anak pada zaman Rasulullah SAW. Sebuah hadis yang diriwayatkan daripada Ar-Rubaiyyi’ binti Muawwiz bin Afra’ katanya: “Pada hari Asyura, Rasulullah SAW telah mengirimkan surat ke desa Ansar yang berada di sekitar Madinah dengan katanya: Sesiapa yang berpuasa pada pagi ini hendaklah menyempurnakan puasanya dan sesiapa yang telah berbuka iaitu makan pada pagi ini hendaklah dia juga menyempurnakannya iaitu berpuasa pada baki harinya. Selepas kejadian itu kami pun berpuasa serta menyuruh anak-anak kami yang masih kanak-kanak supaya ikut berpuasa, jika diizinkan Allah. Ketika kami berangkat menuju ke masjid, kami buatkan suatu permainan untuk anak-anak kami yang diperbuat daripada bulu biri-biri. Jika ada antara mereka yang menangis meminta makanan, kami akan berikan mainan berkenaan sehingga tiba waktu berbuka. (Riwayat Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menunjukkan sunat bagi ibu bapa memerintahkan anak-anak mereka berpuasa dengan tujuan melatih mereka sekiranya mereka mampu. Malah sunnahnya amalan ini disokong oleh ulama salaf seperti Imam Syafie, Ibnu Sirin dan az-Zuhri.
Imam Nawawi memperincikan hadis di atas dengan berkata: “Begitu juga keadaan kanak-kanak yang hampir mencecah usia baligh, mereka perlu diberikan pelajaran segala bentuk ketaatan secara berperingkat. Ini kerana urusan Islam juga masuk secara berperingkat. Selagi ada kemudahan bagi mereka, mereka akan melakukannya, malah menambahnya, dan selagi ada kepayahan, mereka belum mampu melakukannya, dan jika mereka menyusahkan diri juga, maka mereka mustahil melakukannya.” (Syarh Sahih Muslim 6/170)
Malah Imam Bukhari membawakan kepada kita satu athar bahawa amalan berpuasa dalam kalangan kanak-kanak sudah lama dilakukan, malah ia menjadi tradisi pada zaman sahabat. Kisahnya suatu hari Umar al-Khattab telah dihampiri oleh seorang lelaki yang mabuk di bulan Ramadan. Lalu dia berkata kepadanya: “Celaka engkau, kamu berbuka sedangkan anak-anak kami berpuasa.” Lalu beliau menyebatnya dengan 80 sebatan. (Fath al-Bari, bab Puasa Kanak-Kanak)
Ada sebahagian ibu bapa yang menawarkan upah atau hadiah bagi anak-anak mereka yang berjaya menghabiskan puasa Ramadan. Amalan memberi upah ini bukanlah suatu yang melanggari syarak. Malah ia sesuai kepada mereka yang masih kanak-kanak.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...